![]() |
Mendes PDT, Yandri Susanto secara resmi mengukuhkan 200 peserta Program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia angkatan pertama. |
slide 1
Kemendesa PDT Lakukan Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih.
slide 2
Peringatan Hari Desa 2026 Kemendes PDT Targetkan Peningkatan Ekonomi Warga.
slide 3
Mendes Yandri Ajak Keluarga Besar Kemendes PDT Sukseskan Program Prioritas Nasional.
slide 4
Gema Bakti Nusantara 2026 di PLBN Serasan. Kolaborasi Pengabdian di Ujung Negeri. Selangkah Lebih Nyata, Masyarakat Sehat, Sadar Hukum dan Peduli Keselamatan di Laut.
TPP Provinsi Kepulauan Riau
Pembagian Makanan Kepada Anak Siswa/i TK dari Hasil Budidaya Kepiting Oleh Bumdes Ringau Jaya.
Kamis, 11 Juni 2026
Pesan Mendes Yandri Setelah Kirim 200 Pemuda ke Jepang : Tingkatkan Kemampuan Belajar & Wawasan, Cari Pengalaman & Pekerjaan, Setelah Pulang Bangun Desa untuk Bangun Indonesia
Kamis, 16 April 2026
Negara Memanggil! Pemerintah Buka Lowongan 35.476 Pegawai BUMN untuk Perkuat Desa & Nelayan
- 30.000 Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: Posisi ini akan bernaung sebagai pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.
- 5.476 Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih: Posisi ini akan bernaung sebagai pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara.
- Pendidikan: Lulusan D-III, D-IV, dan S-1 dari semua jurusan.
- Usia: Maksimal 35 tahun.
- Prestasi Akademik: IPK minimal 2,75.
Sabtu, 11 April 2026
Gali Potensi Desa, Mendes Yandri Instruksikan Transformasi Lahan di Majene
![]() |
| Kunjungan Wakil Bupati Majene Andi Ritamariani ke Menteri Desa Yandri Susanto, Sumber Foto : Media Informasi Kemendes PDT |
Menurutnya, hal itu amatlah penting karena akan mengubah desa menjadi pelaku ekonomi produktif melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) untuk menyejahterakan warga, salah satunya menciptakan lapangan kerja baru di desa-desa.
"Jangan sampai desa-desa di Kabupaten Majene ini jadi penonton dengan program-program prioritas Bapak Presiden, salah satunya MBG. Buat saja desa tematik, dipetakan saja desa A potensinya apa, misal 10 desa ikan nila, 10 desa ikan lele, 10 desa ayam petelur. Maksud saya jangan sampai kebutuhan MBG itu Bapak/Ibu ambil dari luar daerah/kabupaten," papar Mendes Yandri saat menerima audiensi Wakil Bupati Majene Andi Ritamariani, di ruang kerjanya, Kemendes PDT, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).
Tak hanya itu, Mendes Yandri juga berharap Majene dapat mengembangkan potensi desa dengan merambah ke pasar ekspor. Hal itu merupakan sinergi program yang berkaitan dengan pencapaian sejumlah sasaran pembangunan, di antaranya pengentasan kemiskinan dan peningkatan nilai tambah bagi para petani di desa.
Namun demikian, ia berharap desa tidak hanya sebagai penyedia bahan baku, namun juga kepada pengolahan berstandar ekspor yang sesuai ekspektasi pasar atau negara tujuan. Dengan demikian maka hal itu dipastikan bakal memperluas pemasaran ke luar negeri serta mendorong aktivitas ekonomi desa kepada pengembangan produk lokal.
"Atau desa coklat, buat aja kita desa pengekspor coklat misalnya ya, kan. Misal kita buat bahan bakunya, kemudian kita lempar kemana, gitu. Kalau sudah itu dilakukan, wah Majene gak usah ngarep transfer dari daerah lagi. Karena sudah pasti maju semua desanya itu," pungkasnya.
Aksi Nyata Mendes Yandri: Investasi 2 Juta Bibit Pinang dan Kelapa untuk Masa Depan Petani Pariaman
![]() |
| Mendes Yandri Serahkan 2 Juta Bibit Kelapa dan Pinang di Pariaman, Sumber Foto : Media Informasi Kemendes |
Menurut Mendes Yandri, penanaman bibit kelapa dan pinang itu sangat penting karena merupakan salah satu bentuk investasi jangka panjang yang sangat menjanjikan, baik dari segi ekonomi, ekologi, maupun dari sisi ketahanan pangan.
Dua produk ini enak Bapak/Ibu, sekali tanam hampir untuk selama-lamanya. Dua bibit kelapa, bisa ratusan tahun pohonnya berbuah. Bisa juga bermanfaat untuk anak-cucu kita. Termasuk pinang. Dan itu bagian dari kelestarian alam kita, papar mantan Wakil Ketua MPR RI itu saat memberi Arahan dalam agenda tersebut.
Lebih dari itu, Menteri asal Bengkulu Selatan ini juga menjelaskan, tak bosan-bosannya melakukan kunjungan kerjanya ke Sumatera Barat. Pasalnya, Tanah Minang itu adalah wilayah yang melahirkan banyak pemikir dan pendiri bangsa (founding fathers) Republik Indonesia yang berpengaruh. Seperti tokoh terkemuka bernama Muhammad Hatta.
Ia juga banyak mengutip pokok-pokok pemikiran Hatta yang banyak berpihak pada pembangunan desa dan ekonomi kerakyatan. Pemikiran Hatta tentang desa didasarkan pada prinsip kemajuan ekonomi dan kesetaraan sosial, antara desa dan kota, hingga tegaknya prinsip dasar demokrasi di desa.
"Republik Indonesia hadir berkat tokoh-tokoh besar dari Sumatera Barat. Salah satunya adalah Bung Hatta, yang punya tagline luar biasa buat desa. Indonesia tidak akan terang dengan obor monas di Jakarta, tetapi Indonesia akan terang dengan lilin-lilin yang menyala di setiap desa," tutupnya.
Hadir dalam kesempatan itu; Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Anggota DPR RI Dapil II Sumbar Arisal Aziz, Wali Kota Pariaman Yota Balad, Wakil Walikota Padang Panjang Allex Saputra. Sementara Mendes Yandri didampingi oleh Kepala BPSDM Agustomi Masik, Kepala BPI Kemendes PDT Mulyadin Malik.










.jpeg)
.jpeg)






