Untuk melihat langsung kreativitas tersebut sekaligus memonitor aset desa, Kepala Desa Tanjung Berlian Barat, Tribowo, memboyong jajarannya turun ke lokasi pada Rabu (8/7/2026). Rombongan terdiri dari Perangkat Desa, Wakil Ketua BPD, Tim Penggerak PKK Desa, Pengurus BUMDes, RT setempat, hingga Tokoh Masyarakat.
Kehadiran rombongan Pemdes diawali dengan aksi gotong royong membersihkan area sekitar jembatan—bangunan yang sebelumnya direalisasikan melalui APBDes Tahun 2025 dari alokasi Dana Desa. Aksi ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap semangat warga yang konsisten menjaga kebiasaan gotong royong.
Kepala Desa TBB, Tribowo, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas inisiatif lokal yang dinilainya sangat menginspirasi.
"Terima kasih kepada Pak RT dan tokoh masyarakat setempat yang atas ide kreatifnya berhasil menyulap parit jembatan ini menjadi ruang bermain dan berenang bagi anak-anak," ujar Tribowo penuh apresiasi.
![]() |
| Gotong Royong dalam rangka menata kawasan di desa, Sumber Foto : TPP Kab. Karimun |
Sentuhan Kreatif PKK dan Rencana Pengembangan
Dukungan juga datang dari Ketua TP PKK Desa Tanjung Berlian Barat, Ny. Yuliana Tribowo. Ia bahkan menyerahkan bantuan berupa ban mobil bekas yang telah dicat warna-warni cantik untuk dijadikan tempat duduk para orang tua saat mengawasi anak-anak mereka bermain.
"Kedepannya, kita coba gerakkan anggota PKK yang punya ban bekas agar tidak dibuang begitu saja. Kita daur ulang dan manfaatkan untuk mempercantik tempat ini," tutur Yuliana.
Gagasan memanfaatkan parit ini awalnya dicetuskan oleh Ismail, seorang tokoh masyarakat yang juga pemilik lahan di sekitar lokasi, lalu dieksekusi bersama Ketua RT Arwanto dan warga melalui gotong royong rutin. Kini, saban sore tempat tersebut makin ramai dikunjungi para orang tua dan anak-anak.
"Kami rutin gotong royong setiap hari Minggu. Rencananya ke depan kami ingin membangun pondok-pondok sederhana untuk tempat bersantai," jelas Arwanto.
Sementara itu, Ismail berharap perhatian dan kunjungan dari Pemdes, BPD, hingga BUMDes ini menjadi titik awal pengembangan lokasi tersebut menjadi ikon baru desa.
"Kami sangat berharap tempat ini dapat terus dilestarikan dan dikembangkan menjadi objek wisata lokal tingkat kampung," pungkas Ismail optimis.










.jpeg)
.jpeg)

