Peringatan 10 tahun ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan ajang untuk memperkuat kembali spirit pengabdian para Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) yang bertugas hingga ke wilayah terpencil, termasuk dikawasan pesisir dan pulau-pulau terluar Kepulauan Riau.
Menanggapi momen penting tersebut, Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Irfan, memberikan arahan khusus kepada seluruh jajaran pendamping. Ia menekankan bahwa esensi utama dari pendampingan adalah kehadiran nyata ditengah masyarakat serta konsistensi kerja dilapangan.
"Pendamping desa harus lebih menitikberatkan peran dan aksi nyatanya dilapangan. Kerja-kerja pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan hingga desa yang didampingi benar-benar mampu mencapai tingkat mandiri, baik dari sektor ekonomi, tata kelola pemerintahan, maupun kesejahteraan masyarakatnya," tegas Muhammad Irfan.
Ia menambahkan, kemandirian desa dapat diwujudkan melalui optimalisasi potensi lokal, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pengelolaan Dana Desa yang tepat sasaran dan berorientasi pada pemberdayaan warga. Pendamping desa dituntut tidak hanya mahir secara administratif, tetapi juga harus mampu menjadi fasilitator, motivator, sekaligus penggerak inovasi bagi pemerintah desa dan warga setempat.
Melalui peringatan Hari Bakti Pendamping Desa ke-10 ini, diharapkan seluruh TPP di Kepulauan Riau semakin solid dan bersemangat dalam menjalankan tugas mulia tersebut. Sinergi yang kuat antara pendamping, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mewujudkan desa-desa yang berdaya saing, sejahtera, dan mandiri secara berkelanjutan di masa depan.
*fansdesa red*








0 comments:
Posting Komentar
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua,